Persiapan

Sebagai langkah awal dalam penerapan pendekatan Beyond Centris and Circles Time (BCCT) adalah melakukan persiapan yang matang. Menurut Direktorat PAUD (2006:12) bahwa aspek persiapan yang perlu diperhatikan meliputi (1) Penyiapan pendidik  dan pengelola melalui pelatihan dan pemagangan, (2) Pelatihan dapat memberikan pembekalan konsep sedangkan magang memberikan pengalaman praktik, (3) Penyiapan tempat dan alat permainan edukatif (APE) sesuai dengan jenis sentra yang akan dibuka dan tingkatan usia anak, (4) Penyiapan administrasi berupa rencana kegiatan pembelajaran yang dirumuskan dalam satuan kegiatan harian (SKH) termasuk didalamnya pencatatan perkembangan anak, (5) Pengenalan metode pembelajaran kepada para orangtua. Kegiatan ini penting agar orangtua mengenal metode ini sehingga tidak protes ketika kegiatan anaknya hanya bermain. Mintalah orangtua untuk mencoba bermain di setiap sentra main yang disiapkan untuk anak agar merasakan sendiri nuansanya. Kegiatan ini hendaknya dilakukan setiap awal tahun ajaran baru sebelum anak mulai belajar.

Aktivitas persiapan sebagai langkah awal dalam penerapan pendekatan  Beyond Centris and Circles Time (BCCT) kelompok bermain memiliki beberapa manfaat yaitu dapat membantu untuk mengembangkan titik fokus yang dicapai, kemudian mengontrol proses untuk mencapai titik fokus tujuan. Dengan adanya titik fokus yang ingin dicapai, maka  dapat diketahui tindakan yang terbaik dilakukan, dan mengetahui kebutuhan anak usia dini sasaran utama kegiatan Kelompok bermain. Melalui aktivitas persiapan dapat mengembangkan fleksibilitas pelaksanaan, dan sekaligus menyadarkan seluruh tenaga pendidik yang terlibat dalam kegiatan Kelompok bermain tentang perubahan apa yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manfaat lain yang tidak kalah pentingnya dari aktivitas persiapan dalam kegiatan kelompok bermain adalah memberikan peluang terhadap pengembangan koordinasi di dalam tubuh organisasi, sehingga jelas tugas dan tanggung jawab dari masing–masing personil yang terlibat dalam segala aktivitas.

Uraian di atas mencerminkan bahwa tahap persiapan mempunyai nilai yang sangat penting, oleh karena dapat membawa efektifitas dan efisiensi sesuatu kegiatan yang dilaksanakan.  Joesoef (1992 : 81-82) mengemukakan bahwa : “Persiapan yang baik harus memiliki karakteristik yang bersifat komprehensif, integral, mempertimbangkan aspek kuantitatif dan kualitatif, dan memperhitungkan semua sumber yang ada .”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s