Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Proses pelaksanaan adalah tahap dimana dan kapan, bagaimana serta oleh siapa kegiatan Kelompok Bermain  itu dilaksanakan, sehingga pelaksanaannya dapat diartikan sebagai proses kegiatan terlibatnya semua sumber daya manusia, dana dan sarana sesuai dengan pedoman dan petunjuk, waktu dan tempat yang telah ditetapkan, dalam melaksanakan program.

Depdiknas (2001: 14) bahwa : “Pelaksanaan pembelajaran bagi anak pada Kelompok Bermain difokuskan pada bermain. Bermain adalah kegiatan yang sangat penting bagi anak. Bermain pada anak berarti belajar atau lebih populernya adalah bermain sambil belajar. Bermain sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sama kebutuhannya terhadap makanan yang bergizi dan kesehatan yang baik akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Bermain adalah sesuatu kegiatan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri.”

Pendapat di atas menunjukkan bahwa bermain bagi anak harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain yang menyenangkan, akan menghasilkan proses belajar pada anak. Bermain pada anak akan mengikutsertakan tubuh, juga memungkinkan anak akan berpikir lebih banyak menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lain, yang pernah dialami dan akan lebih mampu mengekspresikan pemikiran dan prasaan mereka. Oleh sebab itu ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan untuk kepentingan anak sesuai penegasan Depdikbud (2001:4) : 1) Bermain harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. 2) Agar kemampuan bermain berkembang, tenaga pendidik atau orang dewasa harus memahami kemampuan dan minat anak-anak dan tidak menuntut hal yang ada di luar kemampuan anak. 3) Ulangilah suatu cara bermain sehingga anak lebih terampil. 4) Pelajari atau pahami lebih dahulu cara bermain dengan alat permainan yang akan diajarkan pada anak. 5) Suasana bermain harus menyenangkan bagi anak. 6) Melalui bermain, anak akan terjalin keakraban dengan teman sebayanya, dengan tenaga pendidik ataupun dengan orang dewasa. 7) Bermain merupakan kegiatan utama yang dilakukan anak dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya untuk membangun pengetahuan.

Adapun jenis permainan yang diberikan pada anak dalam kegiatan kelompok bermain menurut Depdiknas (2004:4) : 1) Main sensori motor atau main fungsional, yaitu anak belajar melalui panca onderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. Kebutuhan sensori motor anak didukung ketika mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan di dalam dan di luar ruangan. 2) Main peran yang juga disebut main simbolit atau main pura-pura, fantasi, imajinasi atau main drama. Main peran sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak. Main peran merupakan dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerjasama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, pengendalian diri, keterampilan pengambilan sudut pandang sosial, afeksi dan kognisi. 3) Main pembangunan ada dua jenis yaitu main pembangunan bahan sifat cair/bahan alam dan bahan main pembangunan terstruktur.

Berdasarkan uraian di atas menurut Jalal (2005: 72) bahwa proses pembelajaran pada pendekatan BCCT sebagai berikut (1) Bukalah sentra secara bertahap, sesuai dengan kesiapan pendidik dan sarana pendukung lainnya, (2) Gilirlah setiap kelompok anak untuk bermain di sentra sesuai dengan jadwal, setiap kelompok dalam satu hari hanya bermain di satu sentra saja, (3) Berikan variasi dan kesempatan main yang cukup kepada setiap anak agar tidak bosan dan tidak berebut, (4) Seiring dengan kesiapan pendidik dan sarana pendukung, tambahlah sentra baru apabila belum lengkap, (5) Lengkapilah setiap sentra dengan berbagai jenis APE baik yang buatan pabrik maupun yang dikembangkan sendiri dengan memanfaatkan bahan limbah dan lingkungan alam sekitar.

Menurut Direktorat PAUD (2005: 16) bahwa tahap proses pembelajaran aktivitas yang dilakukan yaitu (1) penataaan lingkungan main, (2) penyambutan anak, (3) main pembukaan, (4) transisi 10 menit, (5) kegiatan inti masing-masing kelompok, (6) makan bekal bersama dan (7) kegiatan penutup.

Ketujuh tahap di atas akan diuraikan sebagai berikut :

1.             Penataan Lingkungan Main

Aktivitas penataan lingkungan main menurut Semiawan (2005 : 18) meliputi (a) menyiapkan bahan dan alat main yang akan digunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk kelompok anak yang dibinanya, (b) Pendidik  menata alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kelompok usia yang dibimbingnya, (c) Penataan alat main harus mencerminkan rencana pembelajaran yang sudah dibuat. Artinya tujuan yang ingin dicapai anak selama bermain dengan alat main tersebut.

2.             Penyambutan Anak

Sambil menyiapkan tempat dan alat main, agar ada seorang pendidik  yang bertugas menyambut kedatangan anak. Anak-anak langsung diarahkan untuk bermain bebas dulu dengan teman-teman lainnya sambil menunggu kegiatan dimulai. Sebaiknya para orangtua/pengasuh sudah tidak bergabung dengan anak.

3.             Main Pembukaan (Pengalaman Gerakan Kasar)

Pendidik  menyiapkan seluruh anak dalam lingkaran, lalu menyebutkan kegiatan pembuka yang akan dilakukan. Kegiatan pembuka bisa berupa permainan tradisional, gerak dan musik, atau sebagainya. Satu kader yang memimpin, kader lainnya jadi peserta bersama anak (mencontohkan). Kegiatan main pembukaan berlangsung sekitar 15 menit.

4.             Transisi 10 Menit

Setelah selesai main pembukaan, anak-anak diberi waktu untuk pendinginan dengan cara bernyanyi dalam lingkaran, atau membuat permainan tebak-tebakan. Tujuannya agar anak kembali tenang. Setelah anak tenang, anak secara bergiliran dipersilakan untuk minum atau ke kamar kecil. Gunakan kesempatan ini untuk mendidik (pembiasaan) kebersihan diri anak. Kegiatannya bisa berupa cuci tangan, cuci muka, cuci kaki maupun buang air kecil di kamar mandi.

Sambil menunggu anak minum atau ke kamar kecil, masing­ masing pendidik  siap di tempat bermain yang sudah disiapkan untuk kelompoknya masing-masing.

5.             Kegiatan Inti di Masing-Masing Kelompok

Pijakan Pengalaman Sebelum Main selama 15 menit melakukan aktivitas yaitu (a) Pendidik  dan anak duduk melingkar. Pendidik  memberi salam pada anak­anak, menanyakan kabar anak-anak, (b) Pendidik  meminta anak-anak untuk memperhatikan siapa saja yang tidak hadir hari ini. (mengabsen), (c) Berdoa bersama, mintalah anak secara bergilir siapa yang akan memimpin doa hari ini, (d) Pendidik  menyampaikan tema hari ini dan dikaitkan dengan kehidupan anak, (c) Pendidik  membacakan buku yang terkait dengan tema. Setelah membaca selesai, kader menanyakan kembali isi cerita, (d) Pendidik  mengaitkan isi cerita dengan kegiatan main yang akan dilakukan anak, (e) Pendidik  mengenalkan semua tempat dan alat main yang sudah disiapkan, (f) Dalam memberi pijakan, pendidik  harus mengaitkan kemampuan apa yang diharapkan muncul pada anak, sesuai dengan rencana belajar yang sudah disusun, (g) Pendidik (guru/kaderlpamong) menyampaikan bagaimana aturan main (digali dari anak), memilih teman main, memilih mainan, cara menggunakan alat-alat, kapan memulai dan mengakhiri main, serta merapikan kembali alat yang sudah dimainkan, (h) Pendidik  mengatur teman main dengan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih teman mainnya. Apabila ada anak yang hanya memilih anak tertentu sebagai teman mainnya, maka pendidik agar menawarkan untuk menukar teman mainnya.

Setelah anak siap untuk main, pendidik  mempersilakan anak untuk mulai bermain. Agar tidak berebut serta lebih tertib, pendidik  dapat menggilir kesempatan setiap anak untuk mulai bermain, misalnya berdasarkan warna baju, usia anak, huruf depan nama anak, atau cara lainnya agar lebih teratur.

Pijakan Pengalaman Selama Anak Main selama 60 menit melakukan aktivitas sebagai berikut : (a) Pendidik  berkeliling di antara anak­-anak yang sedang bermain, (b) Memberi contoh cara main pada anak yang belum bisa menggunakan bahan/alat, (c) Memberi dukungan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak, (d) Memancing dengan pertanyaan terbuka untuk memperluas cara main anak. Pertanyaan terbuka artinya pertanyaan yang tidak cukup dengan dijawab ya atau tidak saja, tetapi banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan anak, (f) Memberikan bantuan pada anak yang membutuhkan, (g) Mendorong anak untuk mencoba dengan cara lain, sehingga anak memiliki pengalaman main yang kaya, (h) Mencatat yang dilakukan anak (jenis main, tahap perkembangan, tahap sosial), (i) Mengumpulkan hasil kerja anak. Jangan lupa mencatat nama dan tanggal di lembar kerja anak, (j) Bila waktu tinggal 5 menit, kader memberitahukan pada anak­anak untuk bersiap-siap menyelesaikan kegiatan.

Pijakan Pengalaman Setelah Main selama (30 menit) melakukan aktivitas yaitu (a) Bila waktu main habis, Pendidik  memberi tahukan saatnya membereskan. Membereskan alat dan bahan yang sudah digunakan dengan melibatkan anak­ anak, (b) Bila anak belum terbiasa untuk membereskan, pendidik  bisa membuat permainan yang menarik agar anak ikut membereskan, (c) Saat membereskan, pendidik  menyiapkan tempat yang berbeda untuk setiap jenis alat, sehingga anak dapat mengelompokkan alat main sesuai dengan tempatnya, (d) Bila bahan main sudah dirapikan kembali, satu orang pendidik  membantu anak membereskan baju anak (menggantinya bila basah), sedangkan kader lainnya dibantu orang tua membereskan semua mainan hingga semuanya rapi di tempatnya, (e) Bila anak sudah rapi, mereka diminta duduk melingkar bersama pendidik .Anak-anak terlibat saat beres-beres dan membersihkan kembali alat main, (f) Setelah semua anak duduk dalam lingkaran, pendidik  menanyakan pada setiap anak kegiatan main yang tadi dilakukannya. Kegiatan menanyakan kembali (recalling) melatih daya ingat anak dan melatih anak mengemukakan gagasan dan pengalaman mainnya (memperluas perbendaharaan kata anak).

6.             Makan Bekal Bersama (15 Menit)

Usahakan setiap pertemuan ada kegiatan makan bersama. Jenis makanan berupa kue atau makanan lainnya yang dibawa oleh masing-masing anak. Sekali dalam satu bulan diupayakan ada makanan yang disediakan untuk perbaikan gizi.

Sebelum makan bersama, pendidik  mengecek apakah ada anak yang tidak membawa makanan. Jika ada tanyakan siapa yang mau memberi makan pada temannya (konsep berbagi).

Pendidik  memberitahukan jenis makanan yang baik dan kurang baik. Jadikan waktu makan bekal bersama sebagai pembiasaan tatacara makan yang baik (adab makan). Libatkan anak untuk membereskan bekas makanan dan membuang bungkus makanan ke tempat sampah.

7.             Kegiatan Penutup (15 Menit)

Setelah semua anak berkumpul membentuk lingkaran, pendidik  dapat mengajak anak menyanyi atau membaca puisi. Pendidik  menyampaikan rencana kegiatan minggu depan, dan menganjurkan anak untuk bermain yang sama di rumah masing-masing. Pendidik  meminta anak yang sudah besar secara bergiliran untuk memimpin doa penutup. Untuk menghindari berebut saat pulang, digunakan urutan berdasarkan warna baju, usia, atau cara lain untuk keluar dan bersalaman lebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s